Selasa, 04 Desember 2012

KAPAL TANGKER TAK BERBENDERA TENGGELAM DI PERAIRAN SAGULUNG DAPUR 12


HAMPIR SEBULAN TIDAK ADA PENANGANAN DARI PIHAK PEMILIK DAN PT VENTURA JUGA DARI PIHAK PEMERINTAH
 
Batam,-Satu unit kapal tanker Sytemino Perdana tenggelam di perairan Dapur 12, Sagulung saat lego jangkar. posisi kapal saat ini masih menungging, dan hingga saat ini belum diketahui apa muatan kapal tanker tersebut.

Menurut Abdul salah satu warga kampung tua sagulung dapur 12, kapal tanker itu sudah hampir sebulan lego jangkar di perairan Dapur 12 Sagulung dekat Pulau Mangkada. Kapal yang tak menggunakan bendera ini disebut akan menjalani perbaikan di PT Ventura. Namun, karena dermaga di galangan kapal itu penuh, sehingga kapal itu dialihkan lego jangkarnya keperairan dekat lokasi warga pulau mangkada, dimana para nelayan menggantungkan hidupnya sebagai nelayan menjadi terganggu. 

"sudah hampir sebulan bang kapal itu terduduk disitu, dekat Pulau Mengkada Belakang. Katanya mau ke PT Ventura mau perbaikan, tapi sampai kapal itu tenggelam tak ada pihak yang mau bertanggungjawab," papar Abdul yang juga sebagai nelayan di Dapur 12, Sagulung, Selasa (04/12/2012).

masih ditambahkan Abdul, akibat tenggelamnya kapal tanker itu, laut tempat kami para nelayan menangkap ikan jadi tercemar limbah, sehingga kami tidak bisa lagi mendapat ikan lagi.

"kami tidak bisa lagi mendapat ikan akibat tenggelamnya kapal itu, karena laut dimana kami mencari hidup sebagai nelayan sudah tercemar", ujar Abdul kepada simantab.

sesuai dengan pantauan simantab di lapangan bahwa posisi kapal yang menungging itu hampir 65% tenggelam dan buritanya yang tertinggal terlihat diatas. menurut abdul sewaktu kapal tenggelam kemarin terlihat dari bodi kapal itu mengeluarkan cairan hitam seperti menyerupai oli, yang mencemari tempat kami menggantungkan hidup.

"kemarin waktu kapal baru tenggelam, terlihat cairan hitam mengalir kelaut dari kapal itu, kita yakin cairan hitam itu adalah oli dari kapal itu", ujar Abdul menambahkan.

akibat dari pencemaran oli yang berasal dari kapal tengker itu membuat ikan-ikan menjauh dan tidak ada lagi tangkapan kami para nelayan yang ada di sekitar dapur 12 ini.

Abdul berharap, pemilik kapal maupun PT Ventura supaya bertanggungjawab atas kejadian ini. Abdul juga meminta agar pihak pemerintah melakukan pengawasan yang lebih ketat terkait lego jangkar kapal di daerah Dapur 12, Sagulung.

"kita berharap Pemilik maupun PT Ventura harus bertanggungjawab. Nelayan harus diberi dana ganti rugi," pinta Abdul yang dianggukkan beberapa temanya seprofesi sebagai nelayan di perairan sagulung itu.

sementara simantab mencoba mengkonfirmasi awang herman sebagai ketua himpunan nelayan seluruh indonesia (HNSI) kota batam, terkait dengan adanya kapal tenggelam yang mengakibatkan mata pencarian para nelayan terancam, karena ikan-ikan tidak adalagi akibat pencemaran yang diakibatkan kapal tersebut. menurut pengakuan awang herman bahwa HNSI belum mengetahui adanya kejadian kapal tangker yang tenggelam di perairan sagulung dapur 12. 

"saya belum mengetahui itu, bahwa ada kapal tenggelam di perairan sagulung dapur 12 itu", tutup Awang Herman. (marto)   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar