Batam,-Belum hilang kekhawatiran pencemaran minyak dan oli akibat tangker Systemindo Perdana yang tenggelam diperairan sagulung, kini para nelayan yang melakuan aktifitasnya disekitar perairan sagulung sangat cemas karena wilayah tangkapannya untuk menggantungkan hidup sudah tercemar oleh minyak dan oli ditambah lagi dengan lumpur yang mengakibatkan ikan-ikan menjauh.
Informasi yang didapat dari lapangan, pencemaran ini diakibatkan dari tenggelamnya kapal tanker yang diduga berbendera singapore itu yang mengeluarkan minyak dan oli langsung kelaut di sekitar
Dapur 12 sagulung kota batam. Akibatnya, selain perairan tercemar minyakdan oli, kini diperparah dengan air keruh oleh lumpur. Selain ikan-ikan menjauh, pencemaran ini pun mengakibatkan kerusakan pada terumbu karang. pemilik kapal maupun perusahaan harus bertanggung jawab dengan kejadian tersebut.
menurut informasi yang dihimpun simantab dilapangan, Awalnya kedatangan kapal naas itu akan melakukan perbaikan di PT Fenture Shipyard. Karena di galangan itu masih banyak kapal yang melakukan perbaikan, maka harus antri. Tidak lama setelah lay up, nelayan melihat tiba-tiba kapal tengker ini oleng, pada Jumat(18/11/2012) pagi. Setelah tiga hari dibiarkan, kondisi kapal terlihat sekitar 70 persen tenggelam. Meskipun sudah menyebabkan pencemaran perairan disekitarnya, tidak ada upaya yang
dilakukan oleh pihak awak kapal untuk mencegah pencemaran yang lebih meluas didaerah lautan sagulung itu.
Sementara itu, nelayan yang tinggalnya tidak jauh dari lokasi kapal yakni Pulau Labu, Dapur 12, Pulau Air, Pulau Seraya dan Pulau Buluh mengeluhkan pencemaran ini. Mereka khawatir jika kapal itu dibiarkan akan menyebabkan pencemaran yang lebih luas. Dengan begitu, hal ini akan mempengaruhi mata pencarian mereka dari tangkapan ikan.
"Pemerintah seharusnya cepat bertindak. Karena pemilik kapal atau agennya tidak ada upaya apapun untuk mengatasinya," ujar Somat, nelayan yang ditemui di sekitar lokasi tenggelamnya
kapal, kemarin.
Awalnya, ditambahkannya, ia tidak tahu kenapa perairan tempat mereka mencari ikan tercemar. Setelah ditelusuri asal minyak yang hanyut dibawa arus, ternyata bersumber dari kapal tengker yang hampir tenggelam.
seperti di beritakan sebelumnya, menurut Abdul salah satu warga kampung tua sagulung dapur 12, kapal tanker itu sudah hampir sebulan lego jangkar di perairan Dapur 12 Sagulung dekat Pulau Mangkada. Kapal yang tak menggunakan bendera ini disebut akan menjalani perbaikan di PT Ventura. Namun, karena dermaga di galangan kapal itu penuh, sehingga kapal itu dialihkan lego jangkarnya keperairan dekat lokasi
warga pulau mangkada, dimana para nelayan menggantungkan hidupnya sebagai nelayan menjadi terganggu.
"sudah hampir sebulan bang kapal itu terduduk disitu, dekat Pulau Mengkada Belakang. Katanya mau ke PT Ventura mau perbaikan, tapi sampai kapal itu tenggelam tak ada pihak yang mau bertanggungjawab," papar Abdul yang juga sebagai nelayan di Dapur 12, Sagulung, Selasa (04/12/2012).
sesuai dengan pantauan wartawan di lapangan bahwa di lokasi tenggelamnya kaal tangker itu ada 2 buah kapal yang diduga milik negara luar yang tidak berbendera yang mengakibatkan pencemaran laut saulung.
menurut informasi yang dihimpun simantab, satu kapal diduga berbendera singapore telah tenggelam dan satu lagi kapal tangker milik negara irlandia hampir tenggelam dengan posisi buritan kapal diatas air.
anto warga kampung tua dapur 12 mengatakan bahwa kapal milik singapore itu sudah satu bulan disitu dan kapal yang diduga berbendera irlandia itu sudah sangat lama, hingga saat ini tidak ada penanganan dari pemilik dan perusahaan untuk menyelamatkan lingkungan hidup. seolah-olah ada pembiaran dan unsur kesengajaan untuk membuang limbahnya ke laut. karena biaya pengiriman dan pengolahan limbah sangat mahal.
sementara simantab berusaha mengkonfirmasi awang herman sebagai ketua himpunan nelayan seluruh indonesia (HNSI) kota batam, terkait dengan adanya kapal tenggelam yang mengakibatkan mata pencarian para nelayan terancam, karena ikan-ikan tidak adalagi akibat pencemaran yang diakibatkan kapal tersebut. menurut pengakuan awang herman bahwa HNSI belum mengetahui adanya kejadian kapal tangker yang tenggelam di perairan sagulung dapur 12.
"saya belum mengetahui itu, bahwa ada kapal tenggelam di perairan sagulung dapur 12 itu", tutup Awang Herman.
terpisah dendi poernomo kepala dinas badan pengendalian dampak lingkugan hidup dikonfirmasi terkait adanya kapal tangker tenggelam dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, hingga berita ini diturunkan tidak berhasil di hubungi. (marto)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar