Minggu, 09 Desember 2012
Rabu, 05 Desember 2012
DUA KAPAL TANGKER TAK BERBENDERA CEMARI PERAIRAN SAGULUNG
Batam,-Belum hilang kekhawatiran pencemaran minyak dan oli akibat tangker Systemindo Perdana yang tenggelam diperairan sagulung, kini para nelayan yang melakuan aktifitasnya disekitar perairan sagulung sangat cemas karena wilayah tangkapannya untuk menggantungkan hidup sudah tercemar oleh minyak dan oli ditambah lagi dengan lumpur yang mengakibatkan ikan-ikan menjauh.
Informasi yang didapat dari lapangan, pencemaran ini diakibatkan dari tenggelamnya kapal tanker yang diduga berbendera singapore itu yang mengeluarkan minyak dan oli langsung kelaut di sekitar
Dapur 12 sagulung kota batam. Akibatnya, selain perairan tercemar minyakdan oli, kini diperparah dengan air keruh oleh lumpur. Selain ikan-ikan menjauh, pencemaran ini pun mengakibatkan kerusakan pada terumbu karang. pemilik kapal maupun perusahaan harus bertanggung jawab dengan kejadian tersebut.
menurut informasi yang dihimpun simantab dilapangan, Awalnya kedatangan kapal naas itu akan melakukan perbaikan di PT Fenture Shipyard. Karena di galangan itu masih banyak kapal yang melakukan perbaikan, maka harus antri. Tidak lama setelah lay up, nelayan melihat tiba-tiba kapal tengker ini oleng, pada Jumat(18/11/2012) pagi. Setelah tiga hari dibiarkan, kondisi kapal terlihat sekitar 70 persen tenggelam. Meskipun sudah menyebabkan pencemaran perairan disekitarnya, tidak ada upaya yang
dilakukan oleh pihak awak kapal untuk mencegah pencemaran yang lebih meluas didaerah lautan sagulung itu.
Sementara itu, nelayan yang tinggalnya tidak jauh dari lokasi kapal yakni Pulau Labu, Dapur 12, Pulau Air, Pulau Seraya dan Pulau Buluh mengeluhkan pencemaran ini. Mereka khawatir jika kapal itu dibiarkan akan menyebabkan pencemaran yang lebih luas. Dengan begitu, hal ini akan mempengaruhi mata pencarian mereka dari tangkapan ikan.
"Pemerintah seharusnya cepat bertindak. Karena pemilik kapal atau agennya tidak ada upaya apapun untuk mengatasinya," ujar Somat, nelayan yang ditemui di sekitar lokasi tenggelamnya
kapal, kemarin.
Awalnya, ditambahkannya, ia tidak tahu kenapa perairan tempat mereka mencari ikan tercemar. Setelah ditelusuri asal minyak yang hanyut dibawa arus, ternyata bersumber dari kapal tengker yang hampir tenggelam.
seperti di beritakan sebelumnya, menurut Abdul salah satu warga kampung tua sagulung dapur 12, kapal tanker itu sudah hampir sebulan lego jangkar di perairan Dapur 12 Sagulung dekat Pulau Mangkada. Kapal yang tak menggunakan bendera ini disebut akan menjalani perbaikan di PT Ventura. Namun, karena dermaga di galangan kapal itu penuh, sehingga kapal itu dialihkan lego jangkarnya keperairan dekat lokasi
warga pulau mangkada, dimana para nelayan menggantungkan hidupnya sebagai nelayan menjadi terganggu.
"sudah hampir sebulan bang kapal itu terduduk disitu, dekat Pulau Mengkada Belakang. Katanya mau ke PT Ventura mau perbaikan, tapi sampai kapal itu tenggelam tak ada pihak yang mau bertanggungjawab," papar Abdul yang juga sebagai nelayan di Dapur 12, Sagulung, Selasa (04/12/2012).
sesuai dengan pantauan wartawan di lapangan bahwa di lokasi tenggelamnya kaal tangker itu ada 2 buah kapal yang diduga milik negara luar yang tidak berbendera yang mengakibatkan pencemaran laut saulung.
menurut informasi yang dihimpun simantab, satu kapal diduga berbendera singapore telah tenggelam dan satu lagi kapal tangker milik negara irlandia hampir tenggelam dengan posisi buritan kapal diatas air.
anto warga kampung tua dapur 12 mengatakan bahwa kapal milik singapore itu sudah satu bulan disitu dan kapal yang diduga berbendera irlandia itu sudah sangat lama, hingga saat ini tidak ada penanganan dari pemilik dan perusahaan untuk menyelamatkan lingkungan hidup. seolah-olah ada pembiaran dan unsur kesengajaan untuk membuang limbahnya ke laut. karena biaya pengiriman dan pengolahan limbah sangat mahal.
sementara simantab berusaha mengkonfirmasi awang herman sebagai ketua himpunan nelayan seluruh indonesia (HNSI) kota batam, terkait dengan adanya kapal tenggelam yang mengakibatkan mata pencarian para nelayan terancam, karena ikan-ikan tidak adalagi akibat pencemaran yang diakibatkan kapal tersebut. menurut pengakuan awang herman bahwa HNSI belum mengetahui adanya kejadian kapal tangker yang tenggelam di perairan sagulung dapur 12.
"saya belum mengetahui itu, bahwa ada kapal tenggelam di perairan sagulung dapur 12 itu", tutup Awang Herman.
terpisah dendi poernomo kepala dinas badan pengendalian dampak lingkugan hidup dikonfirmasi terkait adanya kapal tangker tenggelam dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, hingga berita ini diturunkan tidak berhasil di hubungi. (marto)
Selasa, 04 Desember 2012
KAPAL TANGKER TAK BERBENDERA TENGGELAM DI PERAIRAN SAGULUNG DAPUR 12
HAMPIR SEBULAN TIDAK ADA PENANGANAN DARI PIHAK PEMILIK DAN PT VENTURA JUGA DARI PIHAK PEMERINTAH
Batam,-Satu unit kapal tanker Sytemino Perdana tenggelam di perairan Dapur 12, Sagulung saat lego jangkar. posisi kapal saat ini masih menungging, dan hingga saat ini belum diketahui apa muatan kapal tanker tersebut.
Menurut Abdul salah satu warga kampung tua sagulung dapur 12, kapal tanker itu sudah hampir sebulan lego jangkar di perairan Dapur 12 Sagulung dekat Pulau Mangkada. Kapal yang tak menggunakan bendera ini disebut akan menjalani perbaikan di PT Ventura. Namun, karena dermaga di galangan kapal itu penuh, sehingga kapal itu dialihkan lego jangkarnya keperairan dekat lokasi warga pulau mangkada, dimana para nelayan menggantungkan hidupnya sebagai nelayan menjadi terganggu.
"sudah hampir sebulan bang kapal itu terduduk disitu, dekat Pulau Mengkada Belakang. Katanya mau ke PT Ventura mau perbaikan, tapi sampai kapal itu tenggelam tak ada pihak yang mau bertanggungjawab," papar Abdul yang juga sebagai nelayan di Dapur 12, Sagulung, Selasa (04/12/2012).
masih ditambahkan Abdul, akibat tenggelamnya kapal tanker itu, laut tempat kami para nelayan menangkap ikan jadi tercemar limbah, sehingga kami tidak bisa lagi mendapat ikan lagi.
"kami tidak bisa lagi mendapat ikan akibat tenggelamnya kapal itu, karena laut dimana kami mencari hidup sebagai nelayan sudah tercemar", ujar Abdul kepada simantab.
sesuai dengan pantauan simantab di lapangan bahwa posisi kapal yang menungging itu hampir 65% tenggelam dan buritanya yang tertinggal terlihat diatas. menurut abdul sewaktu kapal tenggelam kemarin terlihat dari bodi kapal itu mengeluarkan cairan hitam seperti menyerupai oli, yang mencemari tempat kami menggantungkan hidup.
"kemarin waktu kapal baru tenggelam, terlihat cairan hitam mengalir kelaut dari kapal itu, kita yakin cairan hitam itu adalah oli dari kapal itu", ujar Abdul menambahkan.
akibat dari pencemaran oli yang berasal dari kapal tengker itu membuat ikan-ikan menjauh dan tidak ada lagi tangkapan kami para nelayan yang ada di sekitar dapur 12 ini.
Abdul berharap, pemilik kapal maupun PT Ventura supaya bertanggungjawab atas kejadian ini. Abdul juga meminta agar pihak pemerintah melakukan pengawasan yang lebih ketat terkait lego jangkar kapal di daerah Dapur 12, Sagulung.
"kita berharap Pemilik maupun PT Ventura harus bertanggungjawab. Nelayan harus diberi dana ganti rugi," pinta Abdul yang dianggukkan beberapa temanya seprofesi sebagai nelayan di perairan sagulung itu.
sementara simantab mencoba mengkonfirmasi awang herman sebagai ketua himpunan nelayan seluruh indonesia (HNSI) kota batam, terkait dengan adanya kapal tenggelam yang mengakibatkan mata pencarian para nelayan terancam, karena ikan-ikan tidak adalagi akibat pencemaran yang diakibatkan kapal tersebut. menurut pengakuan awang herman bahwa HNSI belum mengetahui adanya kejadian kapal tangker yang tenggelam di perairan sagulung dapur 12.
"saya belum mengetahui itu, bahwa ada kapal tenggelam di perairan sagulung dapur 12 itu", tutup Awang Herman. (marto)
Senin, 03 Desember 2012
ALENG PEMILIK TOKO SUMBER ELEKTRIC HAMILI KARYAWANYA
Batam,-Aleng
salah satu pengusaha sebuah toko alat-alat elektronik di kawasan sungai
panas kecamatan batam centre dilaporkan telah berbuat senonoh terhadap
karyawannya bernama Lia(20).
Akibat
dari perbuatan bejat Aleng, Lia hamil, setelah itu Lia di paksa aleng
untuk menggugurkan kandungan tersebut dengan cara memakan pil di hotel
pasifik jodoh. Lia adalah karyawan toko sumber Elektric yang menjual
alat-alat elektric yang kebanyakan buatan china.
Permasalahan
ini sebenarnya sudah dilaporkan kedua orang tua Lia kepada pihak yang
berwajib "polsek Batu Ampar" sekitar 1,5 bulan lalu. namun sangat
disayangkan kinerja polsek batuampar sangat amban seolah-olah ada
penghambat jalanya proses ini.
"kemarin
terlapor dipanggil penyidik Satreskrim Polsek Batu Ampar, namun entah
kenapa kasus ini bisa terhambat hingga sampai sekarang" ujar Aping orang
tua korban kepada simantab didepan toko Sumber Elektric itu.
Aleng meminta Lia untuk menggugurkan janin yang ada di dalam
kandunganya itu.
"Aping
menduga perbuatan tidak terpuji itu di lakukan Lia karena ada tekanan
dari Aleng. perbuatan itu terjadi sekitar September 2012 lalu, di hotel
pasifik Aleng lewat Faisal memberikan obat untuk menggugurkan janin yang
telah jadi di dalam rahim Lia dibawah tekanan", ujar aping menambahkan.
Dijelaskan Aping, saat itu Lia Anaknya adalah karyawan toko sumber elektric dimana bosnya adalah Aleng.
“Pada
hari itu, Aleng datang menjemput Lia"
ujar aping. setelah dijemput, sebagai orang tua kita pun kawatir dan
langsung memberhentikan Lia agar tidak usah lagi kerja disana.
"kita sebagai orangtua tidak bodoh, mana ada seorang Bos yang turun langsung menjemput anak buah" ujar aping menambahkan.
"namun
sangat disayangkan entah gimana Aleng selalu merayu dan
mengiming-imingi anak saya mau diberi itulah, mau di belikan inilah"
ujar aping lagi.
Setelah
Lia dinyatakan hamil sekitar dua bulan
lalu. Kejadian itu tidak diceritakan Lia kepada kedua orang tuanya.
Namun karena kondisi Lia yang pucat dan semakin kurus kedua orang tuanya
curiga lalu menanyainya.
Lia
mengaku telah dihamili oleh Aleng pemilik toko sumber elektric itu,
setelah itu aleng meminta untuk menggugurkan janin itu. bertepatan di
hotel pasific jodoh, aleng memberikan obat untuk menggugurkan janin
tersebut kepada lia lewat Faisal.
dengan
cerita Lia, lalu Aping mencoba menghubungi Aleng, namun karena Aleng
mempunyai beking yang kuat, terpaksa aping membuat laporan ke pihak
berwajib yang didampingi oleh kuasa hukumnya Juhrin
pasaribu,SH.
sementara
simantab mencoba mengkonfirmasi kejadian itu kepada istri Aleng di
tokonya, istri Aleng langsung tidak merasa aman dengan sorotan kamera
simantab lantas memukul kamera simantab dengan buku harian tokonya yang
sedang di pegangnya saat itu.
Dari
pantauan simantab bahwa perbuatan senonoh yang dilakukan Aleng terhadap
Lia bisa terputus ditengah jalan karena ada beking dari oknum tertentu.
dimana mulai dari mobil milik Aleng dan toko Sumber Elektric ini di
tempeli logo "Barret KOPASSUS".
kuat
dugaan bahwa toko sumber elektric ini di bekingi oknum TNI, sehingga
Aleng bisa berbuat semaunya dengan mengandalkan kekuatan oknum
tersebut.
Sementara
itu puluhan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kota batam akan mendatangi
polsek batu ampar (jumat,29/11. hari ini, red) untuk meminta penjelasan
atas kasus perbuatan senonoh yang dilakukan oleh Aleng terhadap Lia,
dimana LSM tersebut mendapat laporan dari kedua orang tua korban, ujar
parlaungan siregar yang akrab di panggil dengan presiden nato. (marto)
BURUH DEMO DISNAKER TOLAK PHK SEPIHAK
BATAM,— Ratusan pekerja dari lima perusahaan mendatangi Kantor Dinas
Tenaga Kerja Kota Batam di Sekupang, Senin (3/12) pagi. Mereka meminta
revisi nota dinas terhadap masalah yang dihadapi pekerja di lima
perusahaan tersebut terkait perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) atau
sistem kontrak, kemudian outsourcing, dan PHK massal.
Kelima perusahaan yang dimaksud yaitu PT Unisem, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia (SBI), PT Sun Creation Indonesia (SCI), Drydocks Nan Indah, dan PT Bintan Bersatu Apparel (BBA).
"Untuk Drydocks, Sumitomo, SCI, dan BBA itu masalahnya terkait outsourcing dan PKWT. Perusahaan melanggar Pasal 59 Undang-undang 13/2003. Pekerjaan yang sifatnya tetap, tidak boleh di-outsourcing-kan. Tapi ini yang dilakukan perusahaan," kata Sekretaris Garda Metal sekaligus karyawan PT Unisem, Zainal Arifin.
Menurut Zainal, kedatangannya ke Disnaker bersama rekan-rekannya dilakukan untuk menuntut hak atas PHK sepihak yang dilakukan PT Unisem. Ada sebanyak 272 karyawan PT Unisem yang mengalami PHK secara sepihak.
Sementara berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 19 tahun 2011, pengusaha dilarang mem-PHK karyawan dengan alasan efisiensi. PHK terhadap karyawan bisa dilakukan jika perusahaan tutup total.
“Jelas mereka sudah mengangkangi putusan hukum tertinggi di republik ini. Kami menuntut Disnaker menindak tegas perusahaan,” katanya.
Begitupun dengan sistem outsourcing yang terus disuarakan para buruh di Batam dalam aksi-aksi demo sebelumnya. Namun kenyataan di lapangan, tidak ada tindakan tegas dari Disnaker maupun Pemerintah Kota Batam untuk menertibkan perusahaan outsourcing yang menyalahi aturan.
Keberadaan perusahaan outsourcing dengan upah murahnya ini semakin merugikan para buruh di Kota Batam. Bekerja di perusahaan outsourcing, terutama di galangan kapal, karyawan tidak pernah berstatus sebagai karyawan tetap. Hanya dikontrak setiap enam bulan sekali atau jangka waktu tertentu dan disambung kembali dengan kontrak baru. Begitu seterusnya, hingga beberapa tahun mereka lalui.
“Saya enam tahun bekerja, namun statusnya tetap kontrak. Setiap enam bulan sekali, tanda tangan kontrak baru,” ungkap Amin, salah seorang pekerja.
Sedangkan di PT Unisem, terkait PHK massal yang diberlakukan terhadap 272 pekerja dengan alasan perusahaan melakukan efisiensi. Menurutnya hal ini melanggar Putusan MK nomor 19 tahun 2011 yang isinya menyatakan pengusaha dilarang mem-PHK karyawan dengan alasan efisiensi kecuali perusahaan tutup total.
Mereka meminta agar dipekerjakan kembali karena yang di-PHK itu merupakan karyawan permanen seluruhnya.
Padahal seharusnya sesuai Surat Edaran Menakertrans, ada tujuh syarat perusahaan boleh PHK karyawan permanen. Di antaranya yaitu ekspatriat harus dikurangi, pekerja kontrak tak ada lagi, lembur ditiadakan, tunjangan karyawan level atas sudah dikurangi. Dan menurutnya, hal ini belum dilaksanakan oleh PT Unisem. Terlihat dari masih banyaknya jumlah pekerja kontrak, masih ada pekerja ekspatriat, dan lembur masih berjalan.
"Kami ini sudah sejak bulan Februari diskors. Yang kami minta adalah penetapan pelanggaran. Dan ini cukup dikeluarkan pengawas Disnaker. Tak perlu ke PHI. Kami sudah minta sejak 25 Oktober lalu. Sudah sebulan lebih. Kalau alasan jumlah personil pengawas kurang, sekarang sudah 20 orang. Kami akan tunggu sampai nota dinas keluar," tegas Zainal. (marto)
Kelima perusahaan yang dimaksud yaitu PT Unisem, PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia (SBI), PT Sun Creation Indonesia (SCI), Drydocks Nan Indah, dan PT Bintan Bersatu Apparel (BBA).
"Untuk Drydocks, Sumitomo, SCI, dan BBA itu masalahnya terkait outsourcing dan PKWT. Perusahaan melanggar Pasal 59 Undang-undang 13/2003. Pekerjaan yang sifatnya tetap, tidak boleh di-outsourcing-kan. Tapi ini yang dilakukan perusahaan," kata Sekretaris Garda Metal sekaligus karyawan PT Unisem, Zainal Arifin.
Menurut Zainal, kedatangannya ke Disnaker bersama rekan-rekannya dilakukan untuk menuntut hak atas PHK sepihak yang dilakukan PT Unisem. Ada sebanyak 272 karyawan PT Unisem yang mengalami PHK secara sepihak.
Sementara berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 19 tahun 2011, pengusaha dilarang mem-PHK karyawan dengan alasan efisiensi. PHK terhadap karyawan bisa dilakukan jika perusahaan tutup total.
“Jelas mereka sudah mengangkangi putusan hukum tertinggi di republik ini. Kami menuntut Disnaker menindak tegas perusahaan,” katanya.
Begitupun dengan sistem outsourcing yang terus disuarakan para buruh di Batam dalam aksi-aksi demo sebelumnya. Namun kenyataan di lapangan, tidak ada tindakan tegas dari Disnaker maupun Pemerintah Kota Batam untuk menertibkan perusahaan outsourcing yang menyalahi aturan.
Keberadaan perusahaan outsourcing dengan upah murahnya ini semakin merugikan para buruh di Kota Batam. Bekerja di perusahaan outsourcing, terutama di galangan kapal, karyawan tidak pernah berstatus sebagai karyawan tetap. Hanya dikontrak setiap enam bulan sekali atau jangka waktu tertentu dan disambung kembali dengan kontrak baru. Begitu seterusnya, hingga beberapa tahun mereka lalui.
“Saya enam tahun bekerja, namun statusnya tetap kontrak. Setiap enam bulan sekali, tanda tangan kontrak baru,” ungkap Amin, salah seorang pekerja.
Sedangkan di PT Unisem, terkait PHK massal yang diberlakukan terhadap 272 pekerja dengan alasan perusahaan melakukan efisiensi. Menurutnya hal ini melanggar Putusan MK nomor 19 tahun 2011 yang isinya menyatakan pengusaha dilarang mem-PHK karyawan dengan alasan efisiensi kecuali perusahaan tutup total.
Mereka meminta agar dipekerjakan kembali karena yang di-PHK itu merupakan karyawan permanen seluruhnya.
Padahal seharusnya sesuai Surat Edaran Menakertrans, ada tujuh syarat perusahaan boleh PHK karyawan permanen. Di antaranya yaitu ekspatriat harus dikurangi, pekerja kontrak tak ada lagi, lembur ditiadakan, tunjangan karyawan level atas sudah dikurangi. Dan menurutnya, hal ini belum dilaksanakan oleh PT Unisem. Terlihat dari masih banyaknya jumlah pekerja kontrak, masih ada pekerja ekspatriat, dan lembur masih berjalan.
"Kami ini sudah sejak bulan Februari diskors. Yang kami minta adalah penetapan pelanggaran. Dan ini cukup dikeluarkan pengawas Disnaker. Tak perlu ke PHI. Kami sudah minta sejak 25 Oktober lalu. Sudah sebulan lebih. Kalau alasan jumlah personil pengawas kurang, sekarang sudah 20 orang. Kami akan tunggu sampai nota dinas keluar," tegas Zainal. (marto)
PEMKO BATAM SIAP BENAHI KAWASAN JODOH BOULEVARD
BATAM,– Pemerintah Kota (Pemko) Batam berkomitmen untuk membenahi
Pedagang Kaki Lima (PK5) di kawasan Jodoh Boulevard. Wakil Walikota
Batam, Rudi kembali meninjau kawasan tersebut, Senin (3/12).
Rudi menjelaskan, penataan PK5 tersebut berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 41 tahun 2012. “Dalam Permendagri disebutkan SKPD yang membidangi melakukan pendataan yang meliputi identitas PK5, jenis usaha, lokasi, bidang usaha dan modal usaha,” katanya.
Rudi menjelaskan, data-data tersebut digunakan sebagai dasar untuk penataan dan pemberdayaan PK5.
“Pemko Batam akan menjadikan Jodoh Boulevard ini sebagai ruang terbuka hijau dan taman kota, penataan PK5 ini sebagai salah satu langkah mewujudkan hal tersebut,” imbuhnya.
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, Pemko Batam bersama pihak swasta telah selesai membangun sekitar 200 unit kios permanen disepanjang jalan tanpa menutup drainase yang ada. Dan saat ini kios-kios tersebut sebagian telah di pergunakan oleh pedagang kaki lima. Hal ini sesuai dengan rencana penataan yang tetap akan memfasilitasi para pedagang agar tetap dapat berjualan tapi sekaligus melakukan penataan, hingga lebih tertata tapi dengan tidak menutup akses jalan.
“Sehingga pedagang maupun pengunjung akan merasa nyaman,” ujar Rudi.
Lebih lanjut Wawako mengatakan bahwa nantinya juga akan dilakukan pembenahan sarana yang rusak dan pengecatan ruko-ruko yang tampak kumuh di daerah Jodoh dan Nagoya. Sehingga keseluruhan penataan ulang ini akan menjadikan keberadaan Jodoh Boulevard dan Nagoya menjadi
lebih rapi indah serta mendukung Batam sebagai Kota tujuan wisata.
“Dengan penataan kembali para pedagang dan juga membuka akses jalur transportasi diharapkan kita bisa mengembalikan keindahan wilayah Jodoh seperti dahulu", tutup Rudi.(marto)
Rudi menjelaskan, penataan PK5 tersebut berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 41 tahun 2012. “Dalam Permendagri disebutkan SKPD yang membidangi melakukan pendataan yang meliputi identitas PK5, jenis usaha, lokasi, bidang usaha dan modal usaha,” katanya.
Rudi menjelaskan, data-data tersebut digunakan sebagai dasar untuk penataan dan pemberdayaan PK5.
“Pemko Batam akan menjadikan Jodoh Boulevard ini sebagai ruang terbuka hijau dan taman kota, penataan PK5 ini sebagai salah satu langkah mewujudkan hal tersebut,” imbuhnya.
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, Pemko Batam bersama pihak swasta telah selesai membangun sekitar 200 unit kios permanen disepanjang jalan tanpa menutup drainase yang ada. Dan saat ini kios-kios tersebut sebagian telah di pergunakan oleh pedagang kaki lima. Hal ini sesuai dengan rencana penataan yang tetap akan memfasilitasi para pedagang agar tetap dapat berjualan tapi sekaligus melakukan penataan, hingga lebih tertata tapi dengan tidak menutup akses jalan.
“Sehingga pedagang maupun pengunjung akan merasa nyaman,” ujar Rudi.
Lebih lanjut Wawako mengatakan bahwa nantinya juga akan dilakukan pembenahan sarana yang rusak dan pengecatan ruko-ruko yang tampak kumuh di daerah Jodoh dan Nagoya. Sehingga keseluruhan penataan ulang ini akan menjadikan keberadaan Jodoh Boulevard dan Nagoya menjadi
lebih rapi indah serta mendukung Batam sebagai Kota tujuan wisata.
“Dengan penataan kembali para pedagang dan juga membuka akses jalur transportasi diharapkan kita bisa mengembalikan keindahan wilayah Jodoh seperti dahulu", tutup Rudi.(marto)
KETUA DPC PERPAT KECAMATAN BATUAJI RESMI DILANTIK
BATAM,- Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat)
Kecamatan Batuaji resmi dilantik, dalam acara pelantikan dan pengukuhan
DPC Perpat Kecamatan Batuaji ini dilaksanakan di Mitra Mall lantai II,
minggu (02/12/2012).
Pelantikan dan pengukuhan DPC Perpat Kecamatan Batuaji kepengurusan periode 2012-2015 ini dipimpin langsung oleh Ketua Perpat Kota Batam, Uli Muliawan yang mewakili pendiri Perpat Kota Batam, Saparuddin Muda yang berhalangan hadir.
Pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) kecamatan batuaji ini dihadiri oleh camat batuaji, DPC Perpat Batuampar, DPC Perpat Belakang PAdang, DPC Perpat Sei Beduk, DPC Perpat Nongsa, DPC Perpat Sagulung, DPC perpat Sekupang, DPC Perpat Batam Kota, dan juga dihadiri Ketua Perpat dari kabupaten anambas.
Adapun susunan kepengurusan DPC Perpat Kecamatan Batuaji yang baru dilantik ini, sebagai Ketua: RAMA H H Sagala, wakil ketua I:Julu Paraga Bondar, wakil ketua II: Charles Siagian, wakil ketua III: Indra Gusti Putri, Sekretaris: Tigor manurung ST, wakil sekretaris I: JASMEN Manihuruk, wakil sekretaris II: Tony. S, wakil sekretaris III: Eli Sirait, bendahara: Rosintan tampubolon, wakil bendahara I: Cee Kiong, wakil bendahara II: Maretyanto, wakil bendahara III: Maria Paskah Nainggolan, dan seksi-seksi lainya.
Setelah resmi dikukuhkan dan dilantik, Uli langsung menyerahkan SK pekantikan tersebut kepada Rama H.H Sagala selaku ketua DPC Perpat kecamatan Batuaji kota batam. Acara kemudian dilanjutkan dengan memberikan ucapan selamat kepada segenap pengurus yang baru dilantik dan menyampaikan harapan kepada para pengurus untuk terus berjuang membawa nama baik Perpat dan menjaga kota batam agar selalu dalam kondisi yang kondusif demi kemajuan kota batam.
"Saya berharap, DPC Perpat Batuaji ini tidak hanya sebagai mitra masyarakat, namun juga mendukung program pembangunan dan kebijakan pemerintah," Pesan Uli dalam kata sambutannya.
Sebagai salah satu organisasi kepemudaan terbesar di Batam, lanjut Uli, pihaknya juga tidak lupa mengingatkan bahwa tugas Perpat juga sebagai agent of change dan mampu mengontrol kinerja dan kebijakan pemerintah.
"Disinilah lokomotif kita untuk mandiri, belajar dan menjadi kelompok perubahan serta memajukan seluruh anggota," terang Uli.
Menurut Uli, bagi yang merasa dirinya mau membesarkan bumi Melayu itulah anak tempatan, tidak perduli asalnya dari mana. Siapa saja yang mau bergabung itulah perpat, bukan anak interland atau anak Melayu saja, Setiap orang yang menghargai budaya Melayu dan membesarkan Perpat itulah yang disebut pemuda tempatan.
Sementara itu, Rama H.H sagala selaku ketua DPC Perpat Batuaji juga menyampaikan harapannya agar pengurus yang ada di bawahnya mampu bekerja sama dalam membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik.
“Perpat harus mengupayakan pemecahan masalah dengan jalan musyawarah. Jangan ada anggota Perpat yang menjadi beban bagi masyarakat, melainkan harus menjadi panutan dan memperhatikan pendidikan masyarakat,” pesannya kepada seluruh anggota DPC Perpat kecamatan batuaji yang baru dilantik
"Kita akan membawa organisasi ini sesuai dengan visi dan misi yang sudah ditetapkan dalam AD/ART," ujar Rama.
Terkait kebijakan yang akan dilakukan, lanjut Rama, kedepan akan dilakukan upaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas dengan melakukan kegiatan sosial yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Dan diakhir sambutanya Rama membacakan sebuah pantun "ini kapak bukan sembarang kapak, ini kapak untuk membelah kayu, ini orang batak bukan sembarang suku batak, kini batak sudah bersatu padu dengan melayu". tutup Rama Sagala. (marto)
Pelantikan dan pengukuhan DPC Perpat Kecamatan Batuaji kepengurusan periode 2012-2015 ini dipimpin langsung oleh Ketua Perpat Kota Batam, Uli Muliawan yang mewakili pendiri Perpat Kota Batam, Saparuddin Muda yang berhalangan hadir.
Pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) kecamatan batuaji ini dihadiri oleh camat batuaji, DPC Perpat Batuampar, DPC Perpat Belakang PAdang, DPC Perpat Sei Beduk, DPC Perpat Nongsa, DPC Perpat Sagulung, DPC perpat Sekupang, DPC Perpat Batam Kota, dan juga dihadiri Ketua Perpat dari kabupaten anambas.
Adapun susunan kepengurusan DPC Perpat Kecamatan Batuaji yang baru dilantik ini, sebagai Ketua: RAMA H H Sagala, wakil ketua I:Julu Paraga Bondar, wakil ketua II: Charles Siagian, wakil ketua III: Indra Gusti Putri, Sekretaris: Tigor manurung ST, wakil sekretaris I: JASMEN Manihuruk, wakil sekretaris II: Tony. S, wakil sekretaris III: Eli Sirait, bendahara: Rosintan tampubolon, wakil bendahara I: Cee Kiong, wakil bendahara II: Maretyanto, wakil bendahara III: Maria Paskah Nainggolan, dan seksi-seksi lainya.
Setelah resmi dikukuhkan dan dilantik, Uli langsung menyerahkan SK pekantikan tersebut kepada Rama H.H Sagala selaku ketua DPC Perpat kecamatan Batuaji kota batam. Acara kemudian dilanjutkan dengan memberikan ucapan selamat kepada segenap pengurus yang baru dilantik dan menyampaikan harapan kepada para pengurus untuk terus berjuang membawa nama baik Perpat dan menjaga kota batam agar selalu dalam kondisi yang kondusif demi kemajuan kota batam.
"Saya berharap, DPC Perpat Batuaji ini tidak hanya sebagai mitra masyarakat, namun juga mendukung program pembangunan dan kebijakan pemerintah," Pesan Uli dalam kata sambutannya.
Sebagai salah satu organisasi kepemudaan terbesar di Batam, lanjut Uli, pihaknya juga tidak lupa mengingatkan bahwa tugas Perpat juga sebagai agent of change dan mampu mengontrol kinerja dan kebijakan pemerintah.
"Disinilah lokomotif kita untuk mandiri, belajar dan menjadi kelompok perubahan serta memajukan seluruh anggota," terang Uli.
Menurut Uli, bagi yang merasa dirinya mau membesarkan bumi Melayu itulah anak tempatan, tidak perduli asalnya dari mana. Siapa saja yang mau bergabung itulah perpat, bukan anak interland atau anak Melayu saja, Setiap orang yang menghargai budaya Melayu dan membesarkan Perpat itulah yang disebut pemuda tempatan.
Sementara itu, Rama H.H sagala selaku ketua DPC Perpat Batuaji juga menyampaikan harapannya agar pengurus yang ada di bawahnya mampu bekerja sama dalam membawa organisasi ini ke arah yang lebih baik.
“Perpat harus mengupayakan pemecahan masalah dengan jalan musyawarah. Jangan ada anggota Perpat yang menjadi beban bagi masyarakat, melainkan harus menjadi panutan dan memperhatikan pendidikan masyarakat,” pesannya kepada seluruh anggota DPC Perpat kecamatan batuaji yang baru dilantik
"Kita akan membawa organisasi ini sesuai dengan visi dan misi yang sudah ditetapkan dalam AD/ART," ujar Rama.
Terkait kebijakan yang akan dilakukan, lanjut Rama, kedepan akan dilakukan upaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas dengan melakukan kegiatan sosial yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Dan diakhir sambutanya Rama membacakan sebuah pantun "ini kapak bukan sembarang kapak, ini kapak untuk membelah kayu, ini orang batak bukan sembarang suku batak, kini batak sudah bersatu padu dengan melayu". tutup Rama Sagala. (marto)
Langganan:
Komentar (Atom)



