Minggu, 09 Desember 2012

Segera hadir menyapa anda, Penyuara Lantang dari Batam - Kepulauan Riau...nantikan suaranya.........!!!!!!!!

Rabu, 05 Desember 2012

DUA KAPAL TANGKER TAK BERBENDERA CEMARI PERAIRAN SAGULUNG

Batam,-Belum hilang kekhawatiran pencemaran minyak dan oli akibat tangker Systemindo Perdana yang tenggelam diperairan sagulung, kini para nelayan yang melakuan aktifitasnya disekitar perairan sagulung sangat cemas karena wilayah tangkapannya untuk menggantungkan hidup sudah tercemar oleh minyak dan oli ditambah lagi dengan lumpur yang mengakibatkan ikan-ikan menjauh.

Informasi yang didapat dari  lapangan, pencemaran ini diakibatkan dari tenggelamnya kapal tanker yang diduga berbendera singapore itu yang mengeluarkan minyak dan oli langsung kelaut di sekitar Dapur 12 sagulung kota batam. Akibatnya, selain perairan tercemar minyakdan oli, kini diperparah dengan air keruh oleh lumpur. Selain ikan-ikan menjauh, pencemaran ini pun mengakibatkan kerusakan pada terumbu karang. pemilik kapal maupun perusahaan harus bertanggung jawab dengan kejadian tersebut.

menurut informasi yang dihimpun simantab dilapangan, Awalnya kedatangan kapal naas itu akan melakukan perbaikan di PT Fenture Shipyard. Karena di galangan itu masih banyak kapal yang melakukan perbaikan, maka harus antri. Tidak lama setelah lay up, nelayan  melihat tiba-tiba kapal tengker ini oleng, pada Jumat(18/11/2012) pagi. Setelah tiga hari dibiarkan, kondisi kapal terlihat sekitar 70 persen tenggelam. Meskipun sudah menyebabkan pencemaran perairan disekitarnya, tidak ada upaya yang dilakukan oleh pihak awak kapal untuk mencegah pencemaran yang lebih meluas didaerah lautan sagulung itu.

Sementara itu, nelayan yang tinggalnya tidak jauh dari lokasi kapal yakni Pulau Labu, Dapur 12, Pulau Air, Pulau Seraya dan Pulau Buluh mengeluhkan pencemaran ini. Mereka khawatir jika kapal itu dibiarkan akan menyebabkan pencemaran yang lebih luas. Dengan begitu, hal ini akan mempengaruhi mata pencarian mereka dari tangkapan ikan.

"Pemerintah seharusnya cepat  bertindak. Karena pemilik kapal atau agennya tidak ada upaya apapun untuk mengatasinya," ujar Somat, nelayan yang ditemui di sekitar lokasi tenggelamnya kapal, kemarin.

Awalnya, ditambahkannya, ia tidak tahu kenapa perairan tempat mereka mencari ikan tercemar. Setelah ditelusuri asal minyak yang hanyut dibawa arus, ternyata bersumber dari kapal tengker yang hampir tenggelam.

seperti di beritakan sebelumnya, menurut Abdul salah satu warga kampung tua sagulung dapur 12, kapal tanker itu sudah hampir sebulan lego jangkar di perairan Dapur 12 Sagulung dekat Pulau Mangkada. Kapal yang tak menggunakan bendera ini disebut akan menjalani perbaikan di PT Ventura. Namun, karena dermaga di galangan kapal itu penuh, sehingga kapal itu dialihkan lego jangkarnya keperairan dekat lokasi warga pulau mangkada, dimana para nelayan menggantungkan hidupnya sebagai nelayan menjadi terganggu. 

"sudah hampir sebulan bang kapal itu terduduk disitu, dekat Pulau Mengkada Belakang. Katanya mau ke PT Ventura mau perbaikan, tapi sampai kapal itu tenggelam tak ada pihak yang mau bertanggungjawab," papar Abdul yang juga sebagai nelayan di Dapur 12, Sagulung, Selasa (04/12/2012).

sesuai dengan pantauan wartawan di lapangan bahwa di lokasi tenggelamnya kaal tangker itu ada 2 buah kapal yang diduga milik negara luar yang tidak berbendera yang mengakibatkan pencemaran laut saulung.

menurut informasi yang dihimpun simantab, satu kapal diduga berbendera singapore telah tenggelam dan satu lagi kapal tangker milik negara irlandia hampir tenggelam dengan posisi buritan kapal diatas air.

anto warga kampung  tua dapur 12 mengatakan bahwa kapal milik singapore itu sudah satu bulan disitu dan kapal yang diduga berbendera irlandia itu sudah sangat lama, hingga saat ini tidak ada penanganan dari pemilik dan perusahaan untuk menyelamatkan lingkungan hidup. seolah-olah ada pembiaran dan unsur kesengajaan untuk membuang limbahnya ke laut. karena biaya pengiriman dan pengolahan limbah sangat mahal. 

sementara simantab berusaha mengkonfirmasi awang herman sebagai ketua himpunan nelayan seluruh indonesia (HNSI) kota batam, terkait dengan adanya kapal tenggelam yang mengakibatkan mata pencarian para nelayan terancam, karena ikan-ikan tidak adalagi akibat pencemaran yang diakibatkan kapal tersebut. menurut pengakuan awang herman bahwa HNSI belum mengetahui adanya kejadian kapal tangker yang tenggelam di perairan sagulung dapur 12. 

"saya belum mengetahui itu, bahwa ada kapal tenggelam di perairan sagulung dapur 12 itu", tutup Awang Herman.

terpisah dendi poernomo kepala dinas badan pengendalian dampak lingkugan hidup dikonfirmasi terkait adanya kapal tangker tenggelam dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, hingga berita ini diturunkan tidak berhasil di hubungi. (marto)

Selasa, 04 Desember 2012

KAPAL TANGKER TAK BERBENDERA TENGGELAM DI PERAIRAN SAGULUNG DAPUR 12


HAMPIR SEBULAN TIDAK ADA PENANGANAN DARI PIHAK PEMILIK DAN PT VENTURA JUGA DARI PIHAK PEMERINTAH
 
Batam,-Satu unit kapal tanker Sytemino Perdana tenggelam di perairan Dapur 12, Sagulung saat lego jangkar. posisi kapal saat ini masih menungging, dan hingga saat ini belum diketahui apa muatan kapal tanker tersebut.

Menurut Abdul salah satu warga kampung tua sagulung dapur 12, kapal tanker itu sudah hampir sebulan lego jangkar di perairan Dapur 12 Sagulung dekat Pulau Mangkada. Kapal yang tak menggunakan bendera ini disebut akan menjalani perbaikan di PT Ventura. Namun, karena dermaga di galangan kapal itu penuh, sehingga kapal itu dialihkan lego jangkarnya keperairan dekat lokasi warga pulau mangkada, dimana para nelayan menggantungkan hidupnya sebagai nelayan menjadi terganggu. 

"sudah hampir sebulan bang kapal itu terduduk disitu, dekat Pulau Mengkada Belakang. Katanya mau ke PT Ventura mau perbaikan, tapi sampai kapal itu tenggelam tak ada pihak yang mau bertanggungjawab," papar Abdul yang juga sebagai nelayan di Dapur 12, Sagulung, Selasa (04/12/2012).

masih ditambahkan Abdul, akibat tenggelamnya kapal tanker itu, laut tempat kami para nelayan menangkap ikan jadi tercemar limbah, sehingga kami tidak bisa lagi mendapat ikan lagi.

"kami tidak bisa lagi mendapat ikan akibat tenggelamnya kapal itu, karena laut dimana kami mencari hidup sebagai nelayan sudah tercemar", ujar Abdul kepada simantab.

sesuai dengan pantauan simantab di lapangan bahwa posisi kapal yang menungging itu hampir 65% tenggelam dan buritanya yang tertinggal terlihat diatas. menurut abdul sewaktu kapal tenggelam kemarin terlihat dari bodi kapal itu mengeluarkan cairan hitam seperti menyerupai oli, yang mencemari tempat kami menggantungkan hidup.

"kemarin waktu kapal baru tenggelam, terlihat cairan hitam mengalir kelaut dari kapal itu, kita yakin cairan hitam itu adalah oli dari kapal itu", ujar Abdul menambahkan.

akibat dari pencemaran oli yang berasal dari kapal tengker itu membuat ikan-ikan menjauh dan tidak ada lagi tangkapan kami para nelayan yang ada di sekitar dapur 12 ini.

Abdul berharap, pemilik kapal maupun PT Ventura supaya bertanggungjawab atas kejadian ini. Abdul juga meminta agar pihak pemerintah melakukan pengawasan yang lebih ketat terkait lego jangkar kapal di daerah Dapur 12, Sagulung.

"kita berharap Pemilik maupun PT Ventura harus bertanggungjawab. Nelayan harus diberi dana ganti rugi," pinta Abdul yang dianggukkan beberapa temanya seprofesi sebagai nelayan di perairan sagulung itu.

sementara simantab mencoba mengkonfirmasi awang herman sebagai ketua himpunan nelayan seluruh indonesia (HNSI) kota batam, terkait dengan adanya kapal tenggelam yang mengakibatkan mata pencarian para nelayan terancam, karena ikan-ikan tidak adalagi akibat pencemaran yang diakibatkan kapal tersebut. menurut pengakuan awang herman bahwa HNSI belum mengetahui adanya kejadian kapal tangker yang tenggelam di perairan sagulung dapur 12. 

"saya belum mengetahui itu, bahwa ada kapal tenggelam di perairan sagulung dapur 12 itu", tutup Awang Herman. (marto)   

Senin, 03 Desember 2012

ALENG PEMILIK TOKO SUMBER ELEKTRIC HAMILI KARYAWANYA

Batam,-Aleng salah satu pengusaha sebuah toko alat-alat elektronik di kawasan sungai panas kecamatan batam centre dilaporkan telah berbuat senonoh terhadap karyawannya bernama Lia(20). 

Akibat dari perbuatan bejat Aleng, Lia hamil, setelah itu Lia di paksa aleng untuk menggugurkan kandungan tersebut dengan cara memakan pil di hotel pasifik jodoh. Lia adalah karyawan toko sumber Elektric yang menjual alat-alat elektric yang kebanyakan buatan china.

Permasalahan ini sebenarnya sudah dilaporkan kedua orang tua Lia kepada pihak yang berwajib "polsek Batu Ampar" sekitar 1,5 bulan lalu. namun sangat disayangkan kinerja polsek batuampar sangat amban seolah-olah ada penghambat jalanya proses ini.

"kemarin terlapor dipanggil penyidik Satreskrim Polsek Batu Ampar, namun entah kenapa kasus ini bisa terhambat hingga sampai sekarang" ujar Aping orang tua korban kepada simantab didepan toko Sumber Elektric itu.

Aleng meminta Lia untuk menggugurkan janin yang ada di dalam kandunganya itu.

"Aping menduga perbuatan tidak terpuji itu di lakukan Lia karena ada tekanan dari Aleng. perbuatan itu terjadi sekitar September 2012 lalu, di hotel pasifik Aleng lewat Faisal memberikan obat untuk menggugurkan janin yang telah jadi di dalam rahim Lia dibawah tekanan", ujar aping menambahkan.

Dijelaskan Aping, saat itu Lia Anaknya adalah karyawan toko sumber elektric dimana bosnya adalah Aleng.

“Pada hari itu, Aleng datang menjemput Lia" ujar aping. setelah dijemput, sebagai orang tua kita pun kawatir dan langsung memberhentikan Lia agar tidak usah lagi kerja disana.

"kita sebagai orangtua tidak bodoh, mana ada seorang Bos yang turun langsung menjemput anak buah" ujar aping menambahkan.

"namun sangat disayangkan entah gimana Aleng selalu merayu dan mengiming-imingi anak saya mau diberi itulah, mau di belikan inilah" ujar aping lagi.

Setelah Lia dinyatakan hamil sekitar dua  bulan lalu. Kejadian itu tidak diceritakan Lia kepada kedua orang tuanya. Namun karena kondisi Lia yang pucat dan semakin kurus kedua orang tuanya curiga lalu menanyainya. 

Lia mengaku telah dihamili oleh Aleng pemilik toko sumber elektric itu, setelah itu aleng meminta untuk menggugurkan janin itu. bertepatan di hotel pasific jodoh, aleng memberikan obat untuk menggugurkan janin tersebut kepada lia lewat Faisal.

dengan cerita Lia, lalu Aping mencoba menghubungi Aleng, namun karena Aleng mempunyai beking yang kuat, terpaksa aping membuat laporan ke pihak berwajib yang didampingi oleh kuasa hukumnya Juhrin pasaribu,SH. 

sementara simantab mencoba mengkonfirmasi kejadian itu kepada istri Aleng di tokonya, istri Aleng langsung tidak merasa aman dengan sorotan kamera simantab lantas memukul kamera simantab dengan buku harian tokonya yang sedang di pegangnya saat itu.

Dari pantauan simantab bahwa perbuatan senonoh yang dilakukan Aleng terhadap Lia bisa terputus ditengah jalan karena ada beking dari oknum tertentu. dimana mulai dari mobil milik Aleng dan toko Sumber Elektric ini di tempeli logo "Barret KOPASSUS". 

kuat dugaan bahwa toko sumber elektric ini di bekingi oknum TNI, sehingga Aleng bisa berbuat semaunya dengan mengandalkan kekuatan oknum tersebut. 

Sementara itu puluhan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kota batam akan mendatangi polsek batu ampar (jumat,29/11. hari ini, red) untuk meminta penjelasan atas kasus perbuatan senonoh yang dilakukan oleh Aleng terhadap Lia, dimana LSM tersebut mendapat laporan dari kedua orang tua korban, ujar parlaungan siregar yang akrab di panggil dengan presiden nato. (marto)