Jumat, 30 November 2012

PARTAI DEMOKRAT ADALAH PARTAI MILIK RAKYAT


"Aksa Halatu" Ketua Satgas Rajawali Demokrat Kepri,  Minta Ahmad Dahlan Segera Di Ganti

Batam,-Kegagalan Ahmad Dahlan dalam memimpin Partai Demokrat kota batam membuat kekecewaan Aksa Halatu sebagai Ketua Satgas Rajawali Demokrat Kepri semain dalam hingga tidak terbendung, Aksadengan tegas meminta dengan segera agar Dewan Pembina partai bapak SBY untuk melakukan pembersihan di lingkungan partai demokrat guna memperbesar partai ini dalam menghadapi pemilihan 2014, dimana untuk memperbesar partai demokrat ini dewan pembina harus membersihkan darah-darah kotor yang telah merasuki atau menginfeksi partai demokrat ini.
 
Menurutnya, "pembersihan itu dilakukan di tubuh partai demokrat khusunya kota batam ini untuk memperbesar partai menghadapi pemilihan 2014 nanti", ujar aksa kemarin di batam center. 
Dia mengakui dalam kepemimpinan Ahmad Dahlan sebagai ketua demokrat dibatam ini sekaligus sebagai walikota batam tidak bisa berfungsi, ini terlihat dari banyaknya masalah-masalah yang timbul dikota batam sejak beliau memimpin, ini terjadi karena ketidak mampuan saudara Ahmad Dahlan. sehingga hal ini membuat citra partai mengalami penurunan ditengah-tengah masyarakat.
"Partai Demokrat tersandera oleh kader-kader yang tersangkut masalah hukum, korupsi dan lain-lain. hal ini membuat image partai di tengah-tengah masyarakat menjadi jelek", kata aksa kepada Simantab
masih di jelaskan Aksa, saya sebagai Ketua Rajawali Kepri menyayat tangan yang bertato lambang Demokrat itu, karena kecewa dengan kepemimpinan Ketua DPC partai Demokrat kota batam Drs.Ahmad Dahlan yang juga sebagai walikota Batam saat ini.
"penyayatan tangan ini melambangkan arti Pembersihan Darah Kotor yang sedang menggerogoti Partai Demokrat Provinsi Kepri" ujar Aksa. hal ini dilakukan Aksa bukan mau cari perhatian namun tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam yang peduli terhadap partai. hal ini terjadi karena kekecewaan seorang Aksa terhadap kepemimpinan DPC partai demokrat batam ini tidak terbendungnya lagi. 
"aksi ini merupakan puncak kekecewaan saya terhadap kepemimpinan Ketua DPC Partai Demokrat Batam, Drs. Ahmad Dahlan yang dinilai tidak becus memimpin partai", ujarnya kepada Simantab.
Dia mengaku risih dan prihatin terhadap kondisi Partai Demokrat (PD) sekarang ini. Untuk itu Aksa meminta dewan pembina PD untuk membersihkan darah-darah kotor yang mengalir dalam tubuh partai itu dan meminta para kader PD bersatu-padu melakukan konsolidasi untuk membangun kembali partai yang citranya telah rusak itu.
"jadi saya meminta ahmad dahlan segera di ganti karena saudara ahmad dahlan itu salah satu darah kotor yang mengalir di tubuh partai demokrat yang ada di kota batam ini",ujarnya.
masih menurut Aksa, "bagi saya kursi jabatan tak penting, tapi yang penting bagaimana setiap saat saya bisa melakukan kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat," ujar pria kelahiran sumatera ini.
"Sebagai Satgas Rajawali Demokrat, partai demokrat harga mati untuk saya, saya siap 24 jam untuk partai ini, walaupun partai ini diambang kehancuran. saya akan tetap bertahan menjaga kapal ini dan menjadi bagian terpenting dalam kapal ini, apapun yang terjadi", ujar aksa dengan wajah kekecewaanya kepada Ahmad Dahlan.
hingga saat ini partai demokrat tidak pernah melakukan kegiatan yang langsung berhubungan dengan masyarakat, partai juga tidak pernah berkonsolidasi, bahkan rapat rutin pun tidak pernah digelar, padahal itu amanat konstitusi partai, ujarnya kesal.
Aksa juga meminta kepada pembina partai, sekjen dan pejabat teras partai demokrat ini agar segera membuang kader-kader yang hanya menumpang dan tidak perduli terhadap partai ini.
"saya meminta kepada bapak pembina partai dan bapak sekjen, juga kepada saudara-saudara kader-kader partai yang mempunyai rasa memiliki partai ini agar segera merapatkan barisan dan membuang darah-darah kotor yang menggerogoti partai ini, untuk mengembalikan rasa kepercayaan masyarakat kepada partai ini, dimana partai ini adalah partai milik rakyat" ujar aksa.
masih ditambahkanya lagi, bahwa partai harus di jalankan dengan karakter orang yg loyal dan royal agar partai partai demokrat ini bisa semakin besar, juga saat ini masih ada kader yg berpikir dan bekerja bersama-sama dengan lapisan masyarakat dengan tujuan kepuasan bersama. Aksa pun mengakui bahwa dirinya pernah diberikan Ahmad Dahlan uang sebesar 190 juta, ketika saat Musda pemilihan ketua DPC partai Demokrat kota batam. 
"saya berjanji akan mengembalikan uang yang diberikan Ahmad Dahlan kepada saya ketika Musda DPC Partai Demokrat Kota Batam agar memilih Dahlan sebagai ketua DPC Partai Demokrat kota batam" tutupnya.(marto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar