Jumat, 30 November 2012
KPK SOSIALISASIKAN PEMBERANTASAN KORUPSI DENGAN MASYARAKAT BATAM
Batam,- komisi pemberantasan korupsi (KPK) mengadakan acara sosialisasi pemberantasan korupsi di kota batam (selasa,17/04) di ball-room goodway hotel dengan thema "Meningkatkan Peran Serta Masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.
Acara sosialisasi ini, sebelumnya disambut baik oleh puluhan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) kota batam. namun pada saat acara mau dimulai terjadi kececokan dilobby goodway hotel karena puluhan LSM kota batam tidak dikasi masuk mengikuti acara sosialisasi tersebut.
"katanya sosialisasi meningkatkan peran serta masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi tapi ko masyarakat tidak bisa masuk mengikuti acara ini" teriakan salah satu ketua LSM dari lobby hotel.
sosialisasi ini nampak hanya diikuti oleh direktorat pertanian dan petugas karantina yang hanya berjumlah kurang lebih 50 orang. nampaknya acara ini memang tertutup. "jangan-jangan yang diundang hanya yang ada uangnya aja" teriakan para LSM lagi di lobby hotel.
Puluhan LSM kota batam ini datang hanya ingin mengungkap kebenaran di kota batam salah satunya aliran "Dana Bantuan Sosial (BANSOS) kota batam yang ditilep walikota batam Ahmad Dahlan dan Sekda Agussahiman". tidak hanya itu, seruan datang lagi dari puluhan LSM ini "KPK takut sama bencong yang menilep dana bansos kota batam dengan berbagai laporan fiktif, di biarkan oleh KPK. tidak lama kemudian puluhan LSM itu meninggalkan lokasi hotel karena tidak dikasi masuk sama panitia acara.
dalam acara ini sebagai pembicara Arif pensiuan KPK, yang diminta KPK untuk membantu mensosialisasikan peran serta masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi ke kota batam. kita harus mengubah paradigma yang ada, "Membenarkan Yang Biasa menjadi Membiasakan yang Benar" ujar Arif dalam sambutanya.(marto)
PARTAI DEMOKRAT ADALAH PARTAI MILIK RAKYAT
"Aksa
Halatu" Ketua Satgas Rajawali Demokrat Kepri, Minta Ahmad Dahlan Segera Di Ganti
Batam,-Kegagalan
Ahmad Dahlan dalam memimpin Partai Demokrat kota batam membuat kekecewaan Aksa
Halatu sebagai Ketua Satgas Rajawali Demokrat Kepri semain dalam hingga tidak
terbendung, Aksadengan tegas meminta
dengan segera agar Dewan Pembina partai bapak SBY untuk melakukan pembersihan
di lingkungan partai demokrat guna memperbesar partai ini dalam menghadapi
pemilihan 2014, dimana untuk memperbesar partai demokrat ini dewan pembina
harus membersihkan darah-darah kotor yang telah merasuki atau menginfeksi
partai demokrat ini.
Menurutnya,
"pembersihan itu dilakukan di tubuh partai demokrat khusunya kota batam
ini untuk memperbesar partai menghadapi pemilihan 2014 nanti", ujar aksa
kemarin di batam center.
Dia mengakui dalam
kepemimpinan Ahmad Dahlan sebagai ketua demokrat dibatam ini sekaligus sebagai walikota batam tidak
bisa berfungsi, ini terlihat dari banyaknya masalah-masalah yang timbul dikota
batam sejak beliau memimpin, ini terjadi karena ketidak mampuan saudara Ahmad
Dahlan. sehingga hal ini membuat citra partai mengalami penurunan
ditengah-tengah masyarakat.
"Partai Demokrat
tersandera oleh kader-kader yang tersangkut masalah hukum, korupsi dan
lain-lain. hal ini membuat image partai di tengah-tengah masyarakat menjadi
jelek", kata aksa kepada Simantab
masih di jelaskan
Aksa, saya sebagai Ketua Rajawali Kepri menyayat tangan yang bertato lambang
Demokrat itu, karena kecewa dengan kepemimpinan Ketua DPC partai Demokrat kota
batam Drs.Ahmad Dahlan yang juga
sebagai walikota Batam saat ini.
"penyayatan
tangan ini melambangkan arti Pembersihan Darah Kotor yang sedang menggerogoti
Partai Demokrat Provinsi Kepri" ujar Aksa. hal ini dilakukan Aksa bukan
mau cari perhatian namun tulus dari lubuk hatinya yang paling dalam yang peduli
terhadap partai. hal ini terjadi karena kekecewaan seorang Aksa terhadap
kepemimpinan DPC partai demokrat batam ini tidak terbendungnya lagi.
"aksi ini
merupakan puncak kekecewaan saya terhadap kepemimpinan Ketua DPC Partai
Demokrat Batam, Drs. Ahmad Dahlan yang dinilai tidak becus memimpin
partai", ujarnya kepada Simantab.
Dia mengaku risih dan
prihatin terhadap kondisi Partai Demokrat (PD) sekarang ini. Untuk itu Aksa
meminta dewan pembina PD untuk membersihkan darah-darah kotor yang mengalir
dalam tubuh partai itu dan meminta para
kader PD bersatu-padu melakukan konsolidasi untuk membangun kembali partai yang citranya telah rusak
itu.
"jadi saya
meminta ahmad dahlan segera di ganti karena saudara ahmad dahlan itu salah satu
darah kotor yang mengalir di tubuh partai demokrat yang ada di kota batam
ini",ujarnya.
masih menurut Aksa,
"bagi saya kursi jabatan tak penting, tapi yang penting bagaimana setiap
saat saya bisa melakukan kegiatan yang berhubungan langsung dengan
masyarakat," ujar pria kelahiran sumatera ini.
"Sebagai Satgas
Rajawali Demokrat, partai demokrat harga mati untuk saya, saya siap 24 jam
untuk partai ini, walaupun partai ini diambang kehancuran. saya akan tetap
bertahan menjaga kapal ini dan menjadi bagian terpenting dalam kapal ini,
apapun yang terjadi", ujar aksa dengan wajah kekecewaanya kepada Ahmad
Dahlan.
hingga saat ini
partai demokrat tidak pernah melakukan kegiatan yang langsung berhubungan
dengan masyarakat, partai juga tidak pernah berkonsolidasi, bahkan rapat rutin
pun tidak pernah digelar, padahal itu amanat konstitusi partai, ujarnya kesal.
Aksa juga meminta
kepada pembina partai, sekjen dan pejabat teras partai demokrat ini agar segera
membuang kader-kader yang hanya menumpang dan tidak perduli terhadap partai
ini.
"saya meminta
kepada bapak pembina partai dan bapak sekjen, juga kepada saudara-saudara
kader-kader partai yang mempunyai rasa memiliki partai ini agar segera
merapatkan barisan dan membuang darah-darah kotor yang menggerogoti partai ini,
untuk mengembalikan rasa kepercayaan masyarakat kepada partai ini, dimana
partai ini adalah partai milik rakyat" ujar aksa.
masih ditambahkanya
lagi, bahwa partai harus di jalankan dengan karakter orang yg loyal dan royal
agar partai partai demokrat ini bisa semakin besar, juga saat ini masih ada
kader yg berpikir dan bekerja bersama-sama dengan lapisan masyarakat dengan
tujuan kepuasan bersama. Aksa pun mengakui
bahwa dirinya pernah diberikan Ahmad Dahlan uang sebesar 190 juta, ketika saat
Musda pemilihan ketua DPC partai Demokrat kota batam.
"saya berjanji
akan mengembalikan uang yang diberikan Ahmad Dahlan kepada saya ketika Musda
DPC Partai Demokrat Kota Batam agar memilih Dahlan sebagai ketua DPC Partai
Demokrat kota batam" tutupnya.(marto)
Langganan:
Komentar (Atom)
