![]() |
| suap .............. suap.....................suap!!!!!!! |
Batam,-Semakin menjamurnya wartawan di Batam membuat sejumlah Satuan Kerja Pemerintahan Daerah (SKPD) di lingkungan Kota Batam gelisah. Sebab, tak jarang, para wartawan yang tidak jelas medianya itu melakukan perbuatan di luar kode etik jurnalistik, untuk itu diminta aparat/ instansi terkait mendata kembali wartawan diKota Batam.Banyak keluhan dari para pejabat dan kalangan pengusaha, mereka banyak yang mengeluh karena wartawan-wartawan ini ternyata tidak melakukan tugasnya. Mereka hanya mencari-cari kesalahan dan menakuti-nakuti orang lain. Ini kan tidak baik. Kasihan wartawan yang bekerja sesuai dengan tugas mereka menjadi tercemar karena wartawan yang tidak jelas ini," kata seorang pengusaha dikota batam yang tidak mau namanya disebutkan, siang kemarin.
dia juga menambahkan, ada orang mengaku wartawan, memang dia memiliki kartu anggota perss (KTA), namun kalau diminta koranya tidak ada beritanya. orang seperti ini apa memang layak disebut sebagai seorang wartawan, ujar pengusaha tersebut kesal.
Penertiban wartawan ini bisa dilakukan instansi terkait dengan mendata media yang ada dikota batam. Biasanya, di dalam satu daerah, satu media elektronik, harian, mingguan, tabloid dan majalah itu paling banyak mempunyai 2-3 wartawan. Data ini kemudian diumumkan ke publik dan juga ke sejumlah instansi agar melayani wartawan yang hanya tercantum di dalam daftar verifikasi yang sah dan resmi terdaftar di kota Batam.
dengan adanya upaya penertiban wartawan dikota batam ini nampaknya akan disambut positif oleh kalangan media di Kota batam dan juga para pejabat pemerintah serta para pengusaha yang ada di kota batam.
Menurut marto, salah seorang wartawan media KAT dan HAM, seharusnya instansi dan pihak terkait harus melakukan hal itu dari awal. Hal ini kan demi menjaga eksistensi media yang memang keberadaannya jelas. "Kami mendukung upaya ini," kata marto, panggilan akrabnya.
Hal senada disampaikan oleh salah satu pengusaha di kota batam, kata dia, saat ini wartawan diBatam banyak yang meresahkan masyarakat /pengusaha. "Ada juga medianya cuma satu tetapi wartawannya lebih dari 30 orang,"terangnya.(marto/martohonan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar